Mengenal Las, Tipe-Tipe Proses Pengelasan, dan Perannya dalam Konstruksi

Tips

Secara umum pengertian Las adalah menyambung dua bagian logam dengan menggunakan energi panas. Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya di dalamnya banyak masalah yang harus diatasi di mana pemecahannya memerlukan bermacam-macam pengetahuan.

Karena itu di dalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktik secara lebih terperinci. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahan las dan jenis las yang akan digunakan sangat menentukan hasil pengelasan.

Maka berikut ini pengetahuan dan fakta menarik mengenai pengelasan yang perlu kita ketahui bersama.

Apa itu Pengelasan?

Pengelasan adalah suatu proses menyatukan dua buah logam atau lebih menjadi suatu bentuk sambungan dengan menggunakan proses panas. Panas tersebut berfungsi untuk mencairkan bagian logam yang akan disambung dengan elektroda sebagai bahan tambah atau filler.

Proses Pengelasan, Sumber: Unsplash
Proses Pengelasan, Sumber: Unsplash

Rancangan las dan cara pengelasan harus memperhatikan kesesuaian antara sifat-sifat las dengan kegunaan konstruksi serta lingkungan di sekitarnya. Dalam dunia konstruksi, peran seorang mandor proyek sangat penting untuk mengawasi pengerjaan agar hasilnya aman dan presisi.

Arti Dari Sambungan Pengelasan

Dalam proses menyambung material atau logam, terdapat beberapa tipe sambungan yang digunakan untuk mendapatkan penetrasi dan hasil sambungan yang maksimal. Dengan memperhatikan parameter yang digunakan dan tebal material, sambungan ini dapat diaplikasikan pada semua jenis proses las.

Macam Macam Sambungan Las

Berbagai jenis teknik sambungan las ini penting untuk dipelajari oleh bengkel las maupun penyedia jasa bangun rumah bekasi. Sebelum Anda membuat produk seperti pembuatan kanopi, pagar, mezzanine, hingga rangka tempat penyimpanan barang dari besi, ada baiknya mempelajari jenis sambungannya terlebih dahulu.

1. Butt Joint

Yaitu jenis sambungan tumpul, di mana penggunaannya dikhususkan untuk menyambung ujung-ujung plat datar yang memiliki ketebalan sama atau hampir sama.

Pada ujung butt joint yang akan disambung biasanya harus disiapkan secara khusus. Potongan yang akan disambung pun harus teliti dan terperinci agar proses pengelasan akurat dan hasilnya lebih presisi.

2. Corner Joint

Pada sambungan kali ini material yang disambung adalah bagian ujung dengan ujung. Sambungan ini biasanya dikhususkan pada pembuatan penampang boks berupa segi 4 seperti yang dipakai untuk kolom dan balok penyangga boks plafon gypsum.

Terdapat dua tipe corner joint. Tipe close corner adalah jika material 1 ditumpuk di atas material 2, sedangkan tipe open corner adalah sambungan plat yang saling bertemu pada bagian ujung.

Pemotongan Plasma, Sumber: Unsplash/@rssemfam
Pemotongan Plasma, Sumber: Unsplash/@rssemfam

3. Tee Joint

Yaitu jenis sambungan yang berbentuk seperti huruf T. Sambungan las ini terbentuk dari perpotongan dua bagian pada sudut 90 derajat dan satu bagian terletak di tengah-tengah bagian lainnya.

Tipe sambungan ini banyak diaplikasikan untuk pembuatan konstruksi atap, konveyor, panggung dekorasi venue outdoor, dan jenis konstruksi logam lainnya.

4. Lap Joint

Lap joint adalah sambungan las yang terbentuk dengan satu material yang ditempatkan di atas material yang lain. Tipe sambungan las ini biasanya digunakan untuk menggabungkan dua bagian dengan ketebalan yang berbeda.

Karena materialnya ini ditumpuk atau disusun, tipe ini sering digunakan untuk aplikasi pada bagian body kereta dan cenderung cocok untuk plat-plat tipis.

5. Paralel Joint

Yaitu jenis sambungan las yang digunakan untuk menggabungkan bersama dua atau lebih bagian yang ditempatkan secara paralel. Untuk bagian yang dilas adalah bagian permukaan dari ketebalan material, atau bisa juga dibentuk groove maupun bevel di setiap bagian.

Namun, pada las sambungan ini tidak cukup kuat karena lasan tidak sepenuhnya menembus ketebalan pada sambungan. Jadi sebagian besar jenis sambungan ini digunakan untuk menggabungkan tepi lembaran cetak kemasan logam, muffler, atau pada aplikasi tekanan rendah lainnya.

Tipe – Tipe Proses Pengelasan

Pengelasan saat ini sudah banyak digunakan pada berbagai jenis industri dan proses manufaktur. Dalam proses pengelasan perlunya pemahaman dan kepandaian dalam pengaplikasian dari beberapa tipe proses pengelasan.

Mekanik Las Baja, Sumber: Unsplash/@benjaminwedemeyer
Mekanik Las Baja, Sumber: Unsplash/@benjaminwedemeyer

Berikut ini beberapa tipe proses pengelasan yang banyak digunakan oleh sebagian besar jasa bengkel las seperti bengkel las Bekasi, bengkel las Jogja, maupun tim arsitek bekasi pada berbagai jenis industri dan proses manufaktur, yuk simak!

1. Pengelasan Tempa

Cara pengelasan di mana logam dipanaskan dan kemudian ditekan hingga terjadi penyambungan logam. Kemudian induk logam dibentuk sedemikian rupa ketika proses penyambungan terjadi.

Penempaan kemudian dilakukan mulai dari tengah menuju sisi luar, dengan demikian oksida-oksida dan kotoran-kotoran lainnya akan tertekan dan terbawa keluar.

2. Pengelasan Gas Bertekanan

Sambungan yang akan dilas dipanaskan dengan nyala gas menggunakan oksi asetilen hingga 1200℃. Selama proses pemanasan, nyala tersebut diayun untuk mencegah panas berlebihan pada sambungan yang dilas.

Ketika suhu yang tepat sudah diperoleh, benda diberi tekanan. Untuk baja karbon tekanan permulaan kurang dari 10 MPa dan tekanan upset antara 28 MPa. Pada sambungan terbuka menggunakan nyala ganda yang pipih yang ditempatkan pada kedua permukaan yang disambung.

3. Pengelasan Oksihidrogen

Mempunyai suhu pengelasan sekitar 2000℃. Pengelasan ini digunakan pada pengelasan lembaran tipis dan paduan dengan titik cair yang rendah.

Setelah proses penyambungan logam selesai, area kerja atau alat industri dapat dibersihkan secara maksimal dengan teknik dry ice cleaning agar terbebas dari kotoran berlebih.

4. Pengelasan Udara Asetilen

Proses pengelasan secara manual di mana permukaan yang akan disambung mengalami pemanasan sampai mencair oleh nyala (flame) gas asetilen (pembakaran C2H2 dengan O2), dengan atau tanpa logam pengisi tanpa penekanan.

Suhu pengelasan lebih rendah dari yang lainnya sehingga kegunaannya sangat terbatas, yaitu hanya untuk patri timah dan patri suhu rendah.

Nyala asetilen diperoleh dari nyala gas campuran oksigen dan asetilen yang digunakan untuk memanaskan logam sampai mencapai titik cair logam induk. Pengelasan dapat dilakukan dengan atau tanpa logam pengisi. Oksigen komersial umumnya berasal dari proses pencairan udara di mana oksigen dipisahkan dari nitrogen.

Bagi para pelaku usaha pengelasan yang ingin mempromosikan bengkelnya, menerapkan tips marketing secara tepat juga sangat penting untuk menarik lebih banyak calon konsumen.

Itulah pengetahuan dan fakta menarik untuk mengenal lebih jauh tentang pengelasan dan beberapa tipe proses pengelasan yang Bekasi Creative sajikan, semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Bekasi

Membantu Anda menemukan partner untuk keperluan bangunan Anda adalah misi kami. Nikmati banyak pilihan mitra pilihan yang bisa membantu kebutuhan Anda.

Order layanan

Jika Anda membutuhkan info lebih lanjut silahkan hubungi tim kami via tombol WhatsApp di bawah ini

Hubungi Sekarang